Aljabir

Abdullah Aljabir, Ketua Teknokrat Muda ITS : Menjadi Orang yang Antimainstream

Ragam model aktivitas mahasiswa dapat dilihat sampai saat ini. Sebagian memilih beraktivitas dalam ranah yang murni selaras dengan bidang belajarnya. Sebagian ada yang sesuaikan aktivitas diluar kelas dengan hobi yang ia tekuni. Sebagian memilih memasuki ruang-ruang kontribusi baik didalam dan luar kampus, untuk mewarnai, menggerakkan nalar kritis mahasiswa melalui ragam organisasinya. Sebagian juga ada yang memilih belajar dan menyebarkan nilai kebaikan berbasis keyakinan atau agama. Pilihan-pilihan yang mengarah pada semakin luasnya ranah kontribusi yang bisa dipilih oleh mahasiswa, meskipun masih ada saja yang memilih acuh dan fokus untuk dirinya.

Kali ini, kita akan menyimak profil salah satu mahasiswa penggerak di Surabaya, khususnya di kampus perjuangan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Namanya Abdullah Aljabir, ia akrab disapa Aljabir / jabir. Mahasiswa bertubuh jangkung ini tercatat sebagai mahasiswa aktif departemen Teknik Material FTI ITS, masuk di tahun 2014 yang lalu. Ia adalah putra Betawi, anak kedua dari 4 bersaudara.

Aljabir bisa dikatakan salah satu contoh mahasiswa yang memiliki catatan lengkap dalam ranah pergerakan mahasiswa di kampus. Capaiannya tak hanya fokus dalam organisasi eksekutif mahasiswa, namun juga di beberapa ranah yang lain. Pernah menjadi Steering Commitee dalam event besar Lembaga Dakwah Kampus (Ramadhan di Kampus), aktif di BEM ITS, aktif di komunitas Teknokrat Muda ITS hingga kini menjadi Ketua komunitas tersebut. Tak hanya dalam bidang organisasi, ia pun mengasah kemampuannya dalam dunia kompetisi. Pernah masuk 5 besar Lomba debat di Universitas Sriwijaya tahun 2016, ia kemudian ikut serta dalam lomba debat nasional di Unair dan meraih juara 3. Padahal lomba itu dalam bidang politik. Tak hanya itu, ia juga tak ingin visi nya terhenti. Ingin menjadi seorang pengusaha, ia sudah memulainya sedari mahasiswa. Ragam usaha telah ia jalani, kini ia menjalankan 2 bisnis utama, Latte Catering dan pisang krispi sebagai CEO. Kini ia juga disibukkan dengan penyelesaian Tugas Akhir dan bantu bantu Pemira (pemilihan raya) di Kampus ITS

Wah, sudah panjang pengantarnya. Padahal kita akan membicarakan salah satu saja aktivitas Aljabir saat ini, yaitu sebagai ketua Teknokrat Muda ITS. Komunitas yang ingin ikut membantu akselerasi terwujudnya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. TMI memiliki visi, Menjadi Inkubator Pemuda Indonesia Yang Berlandaskan Nilai Kecendekiawanan & Kenegarawanan. Menurut Aljabir, TMI itu unik. “Selain bentuknya yang serba fleksibel, TMI satu satunya komunitas yang paling eksis untuk jadi pencetak Teknokrat Teknokrat yang ada di Indonesia, dengan berbagai nilai, kebermanfaatn dan prestasi nya yang mampu menginspirasi banyak orang”, ungkapnya.

Berdasarkan penuturan dari Aljabir, aktivitas TMI dalam garis besarnya ada dua hal, yaitu Technocrat Political School, wadah untuk belajar bersama anggota TMI untuk menambah ilmu sebelum beramal,  dan Indonesia Technocrat Club, Wadah proses pembuatan konsepsi Indonesia yang lebih baik, dimulai dari belajar penuangan gagasan hingga perangkaiannya menjadi sebuah Konsepsi yang akan menjadi fokusan arah gerak bangsa kedepan.  “Selain itu juga biasanya kami melakukan Aktivitas kepedulian seperti bagi bagi nasi bungkus, galang donasi untuk membantu orang lain, orasi, dan ajakan ajakan kebaikan lainnya”, imbuhnya.

Ketika membahas soal amanahnya kini sebagai ketua, Aljabir menyampaikan bahwa dirinya adalah orang yang yakin bahwa Amanah tidak akan salah memilih tuannya. Ia-pun yakin bahwa yang memberi amanah juga telah menimbang dengan baik dari berbagai macam aspek dan syarat siapa yang akan menjadi pemegang tongkat estafet Amanah selanjutnya. “Menerima amanah ini juga menjadi bentuk langkah saya yang mau menjadi mahasiswa Anti mainstream diantara ribuan mahasiswa lainnya”, tegas Aljabir.

Ia juga meyampaikan bahwa amanah menjadi ketua TMI hanya satu yaitu menanamkan gagasan dengan bentukan yang lebih jelas dengan dibuatnya Platform (bentuk) TMI yang baru,  yang tadinya Teknokrat Muda ITS jadi Teknokrat Muda Indonesia. “Walaupun sembari itu juga melakukan bentuk kontribusi lain seperti membantu mengekskalasi,  akselereasi dan aktualisasi anggota-anggota TMI maupun mahasiswa lainnya dengan berbagi macam kegiatan yang sekiranya bermanfaat”, katanya.

Ia pun membagikan semangat kepada kita soal alasannya mengikuti dan menjalani ragam aktivitas hingga kini. Alasannya satu kata dia, “saya mau menjadi orang paling antimaistream didunia, ketika banyak orang diluar sana yang apatis,  ketika diluar sana banyak yang berbuat keburukan dan kejahatan,  saya mau jadi orang yang antimainstrean dengan menjadi orang baik”.

Semangat yang patut kita tiru, untuk tidak berhenti pada urusan pribadi, namun juga menjadi lentera yang ikut menerangi sekitar karena disitulah nilai seorang manusia akan meningkat.

Semoga istiqomah, Aljabir!

0 comments on “Abdullah Aljabir, Ketua Teknokrat Muda ITS : Menjadi Orang yang AntimainstreamAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *