Ridwan

Cerita Ridwan Hidayanto, Ketua Korps Kedokteran Gigi BSMI Cabang Surabaya

Bermanfaat bagi orang lain, adalah ciri sebaik-baik orang menurut sabda Baginda Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasalam. Menjadi bermanfaat-pun tak ada batasan dan aturan yang benar-benar mengikat kecuali dalam rukun Islam beserta metodenya. Maka, selagi aktivitas kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan tidak merugikan sebagian lainnya, teruslah lakukan dengan cara yang baik pula.

Agung Ridwan Hidayanto. Mahasiswa yang sebentar lagi menyandang gelar S.KG dari Universitas Airlangga ini adalah salah satu contoh anak muda yang telah memberikan segenap upayanya untuk bermanfaat bagi orang lain. Sejak tahun kedua menjadi mahasiswa, ia bergabung sebagai relawan dalam lembaga BSMI, Bulan Sabit Merah Indonesia. Dan tahun ini (2018), ia diamanahi sebagai Ketua Korps Kedokteran Gigi BSMI Cabang Surabaya.

Sedikit pengenalan tentang BSMI, yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kesehatan. Berdasarkan penuturan Ridwan, lambang bulan sabit merah dari penggunaan simbol tersebut oleh Kesultanan Turki (Ottoman) pada abad ke-19 sebagai penghormatan terhadap Islam itu sendiri. BSMI mulai berdiri di Indonesia pada tanggal 20 Juni 2002. “Secara umum program kami banyak di bidang kemanusiaan dan kesehatan seperti aksi tanggap bencana oleh relawan-relawan BSMI yang terdiri dari tenaga-tenaga medis terbaik, Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi, donasi kemanusiaan untuk Rohingya, Suriah, dll”, jelas Ridwan.

Kembali pada sosok Ridwan. Sebelum menjadi ketua Korps Kedokteran Gigi, pesertaRumah Kepemimpinan Surabaya ini tahun lalu diamanahi sebagai wakil ketua pada korps yang sama. Ridwan-pun menyampaikan bahwa tugas sebagai ketua untuk eksternal yaitu mensinergikan program-program kemanusiaan dari bidang kedokteran gigi (utamanya bakti sosial kedokteran gigi) agar bisa dikolaborasikan dengan baksos dengan korps Kedokteran dan Farmasi, untuk memberikan kontribusi bidang kesehatan dan kemanusiaan yang lebih luas. “Sedangkan tugas ketua untuk internal yaitu menghidupkan kembali budaya organisasi dan ruhiyah relawan berdasarkan nilai-nilai Islam”, ungkap Ridwan.

Bagi Ridwan, BSMI adalah tempat yang sangat strategis untuk menjadi pribadi yang ingin berkontribusi luas dengan mengamalkan ilmu sesuai bidang kesehatan dan kemanusiaan. Motivasi nya senada dengan Hadits Nabi yang maknanya diungkapkan diawal tulisan ini, “Khairunnas anfa’uhum linnas”. Bahwa sebaik-baik kita adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Sampai saat ini, Ridwan sendiri tak tahu kapan ia akan berhenti menjadi relawan di BSMI. “Sampai waktu yang belum ditentukan”, imbuhnya. Sebab, menurut Ridwan relawan adalah mereka yang rela untuk mengerahkan tenaga, akal, dan keringatnya untuk membantu mereka yg membutuhkan.

Kami pun menanyakan tentang apa yang diperoleh Ridwan dari BSMI, namun jawabannya sungguh diluar dugaan. “Saya lebih suka untuk ditanya, “Apa yang akan kamu berikan untuk BSMI?” sebab bukan hanya sekedar take and give tapi sejauh mana kontribusi yang akan kita berikan kepada BSMI dan kepada umat”, tegasnya. Bagi Ridwan, BSMI hanyalah sebagai sarana untuk berkembang bersama.

Semoga amanah dengan kedudukan barunya dan mampu memberikan manfaat kepada semakin banyak orang lagi. Semangat, Ridwan!

1 comment on “Cerita Ridwan Hidayanto, Ketua Korps Kedokteran Gigi BSMI Cabang SurabayaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *