Yunaz

Yunaz bersama BEM FIB 2018 Mengajak Warga FIB Lebih Guyub

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain”. Al hadits, kutipan sabda Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasalam yang patut dijadikan renungan bagi setiap kita tentang sejauh mana kebermanfaatan yang kita berikan kepada sekitar.

Begitu pula yang nampak terfikir oleh Yunaz Ali Akbar Karaman (akrab disapa Yunaz), yang tergerak bersama rekan-rekannya untuk memberi solusi dari permasalahan yang mereka hadapi di lingkup Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Yunaz akhirnya memilih memberikan manfaat melalui aktivitas kemahasiswaan, BEM Fakultas. Baru-baru ini, mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 2015 tersebut terpilih dan dilantik sebagai Ketua BEM FIB Unair 2018.

Mantan Ketua Mahagana Unair ini pada awalnya tidak ingin terjun langsung dalam aktivitas BEM, karena satu dan lain hal yang tidak bisa ia sebutkan. Namun dengan adanya dorongan dan semangat dari kawan-kawannya, kemudian diskusi-diskusi tentang keresahan bersama dalam fakultas, membuatnya berani untuk maju, urun rembug memberikan solusi atas permasalahan yang mereka rasakan.

Tentang gagasan yang ia bawa dalam satu tahun kepengurusan kedepan, Yunaz menyampaikan keresahan yang ia rasakan bersama rekan-rekannya. Yaitu perihal kurang guyub-nya warga FIB (Fakultas Ilmu Budaya), untuk kemudian menjadi pijakan mencari solusi. “Kawan-kawan mendorong saya buat coba cari jalan keluar buat merangkul dan meraketkan fib”, ungkap Yunaz.

Ada hal yang amat disayangkan oleh Yunaz dalam pemilihan Ketua BEM FIB tahun ini karena hanya ada 1 calon yang maju. Padahal menurut Yunaz masih banyak orang yang lebih kuat untuk maju dibandingkan dirinya. Ia-pun memberanikan diri untuk tetap maju dengan dukungan dari teman temannya. “Sempat menyayangkan dengan kawan-kawan yang lebih kuat dari saya untuk tidak maju dan akhirnya saya memutuskan untuk tetep berani”, imbuhnya.

Kita mestinya masih ingat pada tulisan sebelumnya yang membahas soal semangat menulisnya Yunaz, yang mana motivasi besarnya adalah dari keluarga. Dalam hal inipun Yunaz menyampaikan hal yang sama. Bahwa restu dari orang tua dan orang terdekat itu menjadi kunci. “Memang pertama adalah restu dari orang tua dan orang terdekat mas. Itu kunci awal saya memutuskan untuk melangkah selanjutnya”, jelasnya. Termasuk kawan dekat yang senantiasa memberikan dorongan dan usulan solusi yang dihadapinya di fakultas.

Penulis spesialis buku anak ini juga berpesan kepada kita, bahwa amanah tidak salah orang. “Namun Ada yang lebih berharga dan penting dari pada hanya memiliki jabatan di puncak, yaitu kepekaan dan kepedulian kita terhadap sesama. Rasa toleransi, tenggang rasa untuk bisa memberikan pelayanan dan inspirasi terbaik untuk semua. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa”, tutup Yunaz dalam pesannya melalui WhatsApp.

Kita berharap agar Yunaz mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Sekaligus sebagai media belajarnya dalam mengembangkan potensi diri dan kepemimpinan. Karena, “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan”, kata Imam Syafii. (AB)

0 comments on “Yunaz bersama BEM FIB 2018 Mengajak Warga FIB Lebih GuyubAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *