Indra Doli Nasution:  Sang Jawara KTI Berjiwa Pengusaha

Indra Doli Nasution: Sang Jawara KTI Berjiwa Pengusaha

Indra Doli Nasution:  Sang Jawara KTI Berjiwa Pengusaha

Fase menjadi mahasiswa adalah masa-masa keemasan untuk banyak belajar ,mencoba dan mengasah kemampuan. Fase ini mengajarkan setiap mahasiswa harus senantiasa berkembang dan mengembangkan diri. Inilah yang dilakukan oleh Mahasiswa Agroteknologi angkatan 2014 Universitas Sumatera Utara yang  merupakan peserta rumah kepemimpinan regional enam  Medan . Jawara KTI yang sering disapa ‘Pak Doli’ ini tidak pernah puas dengan capaian prestasinya hari ini dibidang kepenulisan dan mencoba terjun dalam dunia barunya ‘Bisnis’.

Ia kembali mencari tantangan baru dengan membuka sebuah bisnis percetakan yang sudah berdiri selama tiga bulan. Walaupun masih seumur jagung tapi jangan kaget dengan omset perbulan yang di dapatkan olehnya. Setiap bulan omsetnya terus mengalami peningkatan . Bulan ketiga setelah berdiri usahanya ini ,ia berhasil meraup omset sebesar Sembilan juta rupiah. Diprediksikan akan terus meningkat sejalan dengan menigkatknya jumlah pengunjung dimasa pengisian kartu rencana studi satu bulan kedepan.

Usaha percetakannya ia namai  ‘lek printing ‘ . Sebuah nama  yang menurutnya unik dan mudah diingat. Doli mengakui nama  “lek” pada lek printing terinpirasi dari sebutan akrab anak anak medan jika menyapa temannya, anak medan biasa menyapa dengan kata ‘lek’ ,’seperti sehat lek ? ‘,’lagi dimana lek ? ‘ dan lainnya. Usaha ini dilatar belakangi  pasar yang cukup besar di USU . Ia memaparkan analisisnya  bahwa mahasiswa setiap hari tidak akan pernah lepas dengan altifitas  nge print, baik itu ngeprint jurnal, tugas, literatur dan lain sebagainya. Terlebih di USU hampir setiap hari selalu ada  tugas dan tugas itu harus di print. Melihat dan memaknai peluang ini lah sehingga Doli  terinisiasi membuat lek printing.

Lek printing yang melayani sebagain besar percetakan ini memiliki  tujuh unit komputer PC dan lima printer dalam kondisi baik dan siap pakai. lek printing juga menjual berbagai macam alat tulis kantor atau yang berhubungan dengan kebutuhan mahasiswa untuk menunjang kegiatan akademik seperti pulpen, buku, notes dan berbagai jenis lainnya. Selain itu yang lek printing juga  menyediakan jasa print secara online sehingga mampu memperluas pasar  . Konsumen tidak perlu datang ke lokasi print, cukup  mengirim file via line, whatsapp, atau email , setelah itu hasil cetakan akan di antar ke lokasi dimana konsumen berada.

Ini pula yang menjadi pembeda dengan bisnis print lainnya. Lek printing juga senantiasa menjaga eksistensi dengan  menyediakan wadah untuk  mahasiswa yang ingin berdiskusi tentang kepenulisan baik itu karya tulis ilmiah, esai ilmiah, dan business plan dengan Cuma Cuma alias ‘Gratis’ . Ini juga sebagai pembuktian bahwa Doli tidak melupakan kegemarannya sebagai penulis ragam karya tulis ilmiah dan sebagai bentuk kontribusinya dalam berbagi ilmu.

Doli juga menjelaskan bahwa ia termotivasi untuk  membuka usaha lek printing karena  ia ingin mengatasi permasalahan ekonomi salah satunya ketenaga kerjaan. Ia juga ingin  membuktikan keseriusannya dalam peminatan klaster pengusaha yang diberikan Rumah kepemimpinan. Ia merasa tertantang dan meyakini bahwa setiap tantangan harus kita cari dan akan lebih baik jika kita mampu menciptkannya. Ia juga meyakini bahwa jalannya untuk mengambil klaster pengusaha adalah jalan yang diajarkan oleh Rasulullah dan ia semakin membulatkan tekadnya dengan statement bahwa 9 dari 10 rezeki dengan berdagang.

Indra doli adalah satu dari sekian banyak mahasiswa yang merasakan manfaat pembinaan dari rumah kepemimpinan . Setiap peserta Rumah Kepemimpinan dipersiapkan untuk aktif dan sigap dalam membaca peluang dan siap dengan tantangan global nantinya. Setiap peserta dipersilahkan memilih berbagai macam klaster profesi  mulai dari akademisi,NGO, Publik, Entepreneur, PNS dan lainnya.

Eksekutif Rumah kepemimpinan selalu berpesan kepada peserta untuk senantiasa mengejar cita –cita dan harus sudah selesai dengan masalah pribadi karena sejatinya Rumah Kepemimpinan hadir ditengah –tengah masyarakat adalah untuk melakukan banyak perubahan. Inilah yang ditanamkan dalam benak seluruh pemangku kepentingan Rumah Kepemimpina baik pengurus maupun peserta. Akhirnya melalui mindset membangun dan kolaborasi strategis  berbagai macam klaster cita cita menjadikan Indonesia bermartabat semakin dekat dan terlihat semakin jelas.

 

 

 

 

2 comments on “Indra Doli Nasution: Sang Jawara KTI Berjiwa PengusahaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *