Riyana Duta HIV

Riyana Rochmawati : Dinobatkan menjadi Duta HIV/AIDS, Sebuah Awal Pengabdian

Indonesia baru saja ramai oleh isu LBGT yang erat kaitannya dengan penularan HIV/AIDS. Perdebatan muncul dimana-mana begitu pula di kalangan milenial muslim. Ketika beberapa orang beradu pendapat mengenai isu sensitive ini, Riyana Rochmawati, mahasiswa Prodi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran UGM memilih untuk terjun langsung melihat secara lebih dekat fakta lapangan.

Baginya memilih turut serta dalam Pemilihan Duta HIV/AIDS DIY 2017 merupakan pilihan yang cukup membuat dilema. Gadis yang sebelumnya sudah terjun di dunia ambassador melalui Pemilihan Duta Genre dan Wardah Beauty Agent ini mengakui ajang ini paling menantang baginya. Menjadi duta bukan masalah berpenampilan menarik dan menjadi ‘pajangan’ namun adalah pengabdian untuk mentransfer nilai kepada masyarakat. Duta HIV/AIDS ini menyentuh hatinya untuk menyampaikan pesan anti diskriminasi dan stigmatisasi negatif terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

Proses menjadi duta tidaklah singkat. Ada berbagai rangkaian mulai dari seleksi administratif, tes tulis, tes wawancara, dan bakat. Tes wawancara dan bakat baginya paling menantang karena dalam waktu 2 menit peserta diharuskan bisa menjawab pertanyaan atau melakukan instruksi juri sehingga mereka yakin untuk memilihnya menjadi Duta. Masa pra karantina adalah titik balik Riyana dalam menghadapi kasus-kasus nyata HIV/AIDS dengan lebih open mind. Riyana dan finalis diberi tugas untuk melaksanakan ecosociopreneur project dengan tema “Aku Percaya Kamu Bisa”. Saat itu Riyana melakukan campaign di titik ramai Jogja seperti Malioboro, Titik Nol, dan Lapangan Grha Sabha Pramana UGM. Selain itu dia mendapat pengalaman terbaik saat bertemu dengan ODHA langsung di Komunitas Waria Yogyakarta (KEBAYA), kelompok dukungan sebaya hingga personal. Dirinya mengaku terharu ketika bersama seorang ODHA membuat kaleng impian yang tersinspirasi dari visualisasi mimpi RK.

Proses karantina berjalan begitu ketat namun tetap dinikmatinya. Dia banyak menyerap ilmu ketika berdiskusi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DIY dan mendapat pengalaman baru dengan training public speaking, branding, manner, hingga catwalk. Paska karantina, Riyana mengaku banyak menghubungi banyak saudara dan sahabat untuk memohon doa dan dukungan. Dia merasa bersyukur atas banyaknya dukungan yang diberikan oleh orang sekitar hingga pada akhirnya terpilih menjadi Favorit Putri Duta HIV/AIDS DIY 2017. Ketika selempang disematkan dirinya mengaku merinding karena inilah saatnya untuk memulai pengabdian. Detik itulah dia dituntut untuk lebih banyak membuka mata atas permasalahan HIV/AIDS yang tidak hanya menyangkut kesehatan tapi juga masalah sosial, budaya, bahkan agama yang kompleks. Dia juga harus lebih banyak mendengar sehingga tergugah untuk siap membantu ODHA dan masyarakat.

Satu nilai RK yang harus dipegangnya yaitu open mind namun tetap berprinsip. Saat ini Riyana sedang melaksanakan tugas dutanya untuk bertemu langsung dan memberi dukungan pada ODHA serta mengedukasi masyarakat untuk menghindari stigma negatif dan berperilaku sehat agar terhindar dari HIV/AIDS.

    

Menjadi duta adalah awal jalan pengabdian. Satu kalimat yang dia pegang dari nasehat aktivis duta terdahulu.

Menjadi Duta Ibarat Satu Tahun Mengabdi

Selamanya Menginspirasi.

 

0 comments on “Riyana Rochmawati : Dinobatkan menjadi Duta HIV/AIDS, Sebuah Awal PengabdianAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *