Aiman

Aiman Bahalwan : Penulis Muda di Ragam Media

Berdasarkan studi Most Littered Nation In the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara (tribunnews.com). Menunjukkan bagaimana rendahnya minat baca warga negara Indonesia. Nampaknya itu juga menjadi kekhawatiran Aiman Bahalwan, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga ini. Sehingga ia juga terus membiasakan diri untuk membaca. Hasil bacaanya kemudian ia sarikan untuk menjadi gagasan yang kemudian ia tulis dalam bentuk opini. Hingga saat ini tulisan Aiman sudah dimuat di Koran Duta Masyarakat, Koran Harian Surya, Majalah Al Akbar, dan Majalah Al Falah. Tak hanya media cetak, opini dan reportasenya juga dimuat di media online seperti Portal Online Berita Jatim (beritajatim.com), OA Line Mahasiswa Jatim, dan Tribun Jatim (Tribunnews.com).

Soal menulis, Aiman menuturkan bahwa ia memiliki hobi itu sejak SMA, khususnya menulis karya ilmiah. Ia melihat cepatnya perubahan fenomena di sekitar kita memunculkan gagasan baru di otak sebagai respon dari fenomena tersebut. “Agar gagasan tersebut tidak beku dan mati dalam pikiran saya, maka perlu saya sampaikan. Dan melalui menulis-lah saya percaya pesan tersebut akan jauh lebih efektif tersampaikan”, imbuhnya.

Aiman memang memiliki motivasi yang besar dalam menulis. Ia merasa bahwa dengan menulis di media ia dapat menyampaikan pesan dan pikirannya kepada banyak orang, lintas tempat dan waktu. Baginya, menulis di media juga merupakan suatu kepuasan tersendiri, baik dimuat atau tidak, yang terpenting menurutnya sudah memberanikan diri dan berupaya untuk menyampaikan gagasan kita kepada orang banyak. “Jika dimuat, itu adalah nikmat tambahan yang harus disyukuri”, tuturnya. Karena memang menulis di media itu tidak semudah bayangan kebanyakan orang. Tidak semua tulisan yang dikirim ke media kemudianlangsung dimuat. Tulisan Aiman sendiri baru dimuat di media pada tulisan ke-3-nya, di media beritajatim.com. Bisa jadi orang lain mencoba lebih banyak sebelum akhirnya dimuat di media untuk pertama kalinya. Jika tanpa motivasi yang besar, tentu akan mudah menyerah dan berhenti menulis sebelum dimuat.

Aiman mengaku bahwa dirinya terinspirasi dari dosen ilmu politik, Prof. Kacung Marijan yang menceritakan pengalaman beliau sewaktu kuliah hingga saat ini. Berdasarkan pemaparan Aiman, prof. Kacung sudah membiasakan membaca minimal 2 koran setiap harinya meski tak punya uang untuk membeli koran tersebut. Selain itu beliau juga miris dengan kondisi mahasiswa saat ini yang minim membaca, termasuk membaca koran. “Meski saat ini telah ada media online, tapi koran tetap dibutuhkan dan lebih kredible”, tambah Aiman mengingat pesan Prof. Kacung.

“Oleh karena itu saya mulai membiasakan diri untuk membaca koran”, tulis Aiman melalui pesan WhatsApp di sela-sela aktivitas KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Bojonegoro.

Berawal dari membaca koran itulah Aiman mempunyai keinginan untuk ikut berpartisipasi dalam rubrik-rubrik umum yang ada di koran, salah satunya opini dan reportase. Dari situlah ia mulai mencoba menulis opini dan reportase yang kemudian ia kirim ke email redaksi koran yang biasa ia baca. Kini, hasilnya sudah ia rasakan, seperti pada deretan nama media yang pernah memuat tulisan Aiman (tersebut diawal tulisan ini). Ia malah ketagihan untuk terus menuliskan gagasan-gagasannya di media.

“Menulislah dengan tujuan untuk mengamalkan ilmu yang kita punya. Jika dari awal diniatkan untuk ibadah, insyaAllah semangat itu akan terus terjaga, meski tak setiap waktu kita menulis. Dan rasakan kepuasan tersendiri ketika tulisanmu dimuat!”, tegas Aiman, memberikan pesan kepada kita untuk berani urun rembug dan pandangan dalam bentuk tulisan.

Kita pun berharap agar kita dapat terus belajar dan menambah wawasan untuk kemudian mampu menyampaikan ilmu dan gagasan kita salah satunya melalui tulisan. Karena tulisan adalah karya yang abadi, wujud keseriusan dalam menuangkan gagasan. (AB)

0 comments on “Aiman Bahalwan : Penulis Muda di Ragam MediaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *