Andini 5

Andini : Membawa Pulang ‘Hadiah Kecil’ dari Negeri Dua Benua

Pada tanggal 22-25 September 2017, Andini Ika Saskia, mahasiwa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia yang juga merupakan peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta mendapatkan kesempatan untuk dapat menjadi salah satu delegasi dalam Youth Education and Entrepreneur Summit (YESS) 2017 yang diselenggarakan di Istanbul, Turki. Konferensi yang melibatkan  mahasiswa dari berbagai universitas di dunia ini mengusung tema yakni “Empowering Self and Community Potential into World Collaboration of Education and Entrepreneurship”.

Processed with VSCO with hb1 preset

Dalam konferensi ini juga diundang nama-nama besar seperti Yavuz Fettahoğlu, Presiden dari GENC MUSIAD, yang merupakan asosiasi pebisnis terbesar dan terkemuka di Turki sebagai keynote speech pembuka. Nama-nama lain yang juga merupakan wajah pemuda berprestasi, seperti penerima fellowship YSEALI dan founder beberapa NGO juga tidak luput dari deretan pembicara yang menambah semangat kontribusi para pesertanya.

Konferensi yang berlangsung selama empat hari ini juga membentuk para delegasi menjadi kelompok-kelompok yang tergabung kedalam Focus Group Discussion. Melalui FGD ini diharapkan dapat menambah kekompakan antar delegasi dan menjadi ajang untuk melatih leadership skill serta kemampuan memecahkan masalah. Karena melalui FGD ini setiap kelompok harus mendiskusikan inovasi bersama terkait tema yang diusung untuk kemudian di presentasikan.

Andini 4

Andini, yang tergabung dalam cluster NGO dan memiliki ketertarikan dalam dunia pemberdayaan masyarakat berharap, melalui acara ini, dirinya mendapatkan banyak insight baru dari pembicara maupun peserta yang memang sudah terjun langsung di dunia NGO. Sehingga semangat inilah yang pada akhirnya membuat Andini bertekad untuk benar-benar bisa memaksimalkan setiap rangkaian kegiatan yang dilaluinya. Hingga kesungguh-sugguhannya ini mengantarkan dirinya menjadi salah satu kontributor ide dan dipercaya sebagai perwakilan presentan dalam presentasi FGD.

Hingga pada suatu petang, di tanggal 25 September, acara ditutup diatas sebuah kapal pesiar. Diatas kapal yang masih melaju membelah selat yang menyimpan sejuta kisah perjuangan penaklukan Konstatinopel, Selat Bosphorus, terdapat do’a yang di panjatkan Andini dalam sujud terakhirnya kala itu. Do’a yang sama ketika dirinya memeluk kedua orangtuanya saat berpisah di bandara pada malam keberangkatan. Do’a sederhana untuk  Allah izinkan agar dirinya dapat memberikan ‘hadiah kecil’ untuk orangtuanya saat pulang nanti ternyata dikabulkan melalui cara yang tak disangka. Do’a yang mengantarkan dirinya mendapatkan predikat Best Participant dalam acara ini.

Antara bersyukur dan tidak percaya menjadi perasaan yang campur aduk memenuhi rongga dadanya. Andini yakin, segala pencapaian ini adalah kolaborasi antara do’a dan ikhtiar terbaik yang bertemu dengan momentum dari Allah yang Maha Baik. Maka sejak saat itu pula Andini belajar banyak hal tentang kekuatan do’a dan kesungguh-sungguhan. Untukmu sang pemimpi, maka teruslah bermimpi dan sertakan Allah dalam setiap mimpimu!

0 comments on “Andini : Membawa Pulang ‘Hadiah Kecil’ dari Negeri Dua BenuaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *