Deni

Deni Nur Fauzi : Pengalaman Presentasi dalam Konferensi Akustik Internasional

Kesempatan menjadi presentator dalam ajang internasional adalah hal yang langka bagi mahasiswa. eruntung sekali bagi Deni, menjadi presentator dalam  konferensi tingkat Internasional. Ya, Deni Nur Fauzi belum lama ini mengikuti REGIONAL CONFERENCE ON ACOUSTICS AND VIBRATION ( RECAV ) 2017 yang diselenggarakan pada 27-28 NOVEMBER 2017 yang bertempat di BALI.

RECAV sendiri adalah acara publikasi ilmiah di bidang akustik dan Getaran yang bertujuan untuk meningkatkan penelitian mengenai Akustik dan Getaran bagi akademisi maupun professional di Komunitas Global atau Internasional. Berdasarkan penuturan Deni, kegiatan di RECAV ini meliputi publikasi ilmiah yang tak kurang dari 200 paper yang terdaftar dari berbagai negara di dunia mulai dari Jepang hingga Italia yang terdiri dari 120 peserta. RECAV 2017 ini diselenggarakan atas kerjasama dari ASSOCIATION OF ACOUSTICS AND VIBRATION INDONESIA (AAVI) AND SOCIETY OF ACOUSTICS SINGAPORE (SAS) IN COOPERATION WITH ACOUSTICAL SOCIETY OF AMERICA (ASA), INTERNATIONAL COMISSION ON ACOUSTICS (ICA), INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA (ITS) AND INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB).

 Dalam konferensi tersebut, Deni meyampaikan hasil penelitian (paper) yang  berjudul “Improvement Acoustic Quality Room Live Music P-Two Cafe Surabaya”. Deni menuturkan bahwa ia adalah orang yang percaya bahwa kesempatan tidak akan datang 2 kali. “mendengar adanya seminar internasional ini saya berinisiatif untuk ikut andil sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri”, ungkapnya. Meskipun tidak pertempat di luar negeri, seminar ini akan menjadi pemantik bagi Deni untuk berusaha lebih keras untuk ke Luar Negeri seperti peserta Rumah Kepemimpinan lainnya.

Soal persiapan, Deni menyampaikan bahwa persiapan presentasi terbilang cukup sulit mulai dari pembuatan paper yang harus mengalami beberapa evaluasi dan latihan presentasi yang harus sering asistensi kepada dosen. Diantara kunci suksesnya adalah kemampuan mengatur waktu yang baik dalam setiap kegiatan seperti kuliah dan acara asrama tidak sampai terganggu.

Menurut Deni, acara internasioanal seperti ini seharusnya sering diikuti oleh peserta Rumah Kepemimpinan karena dengan adanya acara seperti ini memberikan banyak kesempatan untuk memperluas jaringan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. “salah satunya seperti yang saya dapat yaitu kesempatan untuk magang perusahaan MASON yang ada di Thailand”, imbuhnya. Deni menambahkan bahwa ia memiliki motivasi untuk berkembang menjadi insan yang berkualitas akan tumbuh setelah acara seperti ini apalagi jika mendapat pengalaman luar biasa dapat berbincang dengan Prof. Woon Siong Gan yang merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh dalam dunia Akustik setelah kelulusan beliau pada program Ph D pada umur 24 tahun.

Kedepan, Deni berencana membuat sebuah penelitian atau Tugas Akhir yang dapat dipresentasikan pada seminar Internasional lainnya. Selain itu mimpi besar juga ketika paper yang saya buat dapat menjadi salah satu nominasi best paper IEEE nantinya di tahun 2018.

Ia menambahkan pesan, “Rumah Kepemimpinan hanyalah wadah dan pendorong bagi kesuksesan kita, tinggal bagaimana kita merespon dari dorongan itu. Banyak peluang yang selalu ada di depan mata kita. Tinggal kita memilih untuk tetap menjadi kurcaci atau raksasa peradaban”. (AB)

0 comments on “Deni Nur Fauzi : Pengalaman Presentasi dalam Konferensi Akustik InternasionalAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *