Juli Ayu Ningtyas

Catatan Perjalanan dalam World Congress On Safety And Health at Work 2017 di Singapura

Juli Ayu Ningtyas, mahasiswi semester 7 Teknik Kimia UI, peserta RK R1 Jakarta Putri telah menetapkan target-target yang ingin dicapainya. Target tersebut lebih banyak menyasar pada kehidupan pasca kampus dan pengembangan diri. Hampir tidak ada planning besar untuk pergi ke luar negeri untuk menjadi delegasi sebuah konferensi, meskipun Juli sendiri sebenarnya sangat ingin melakukan hal tersebut. Namun, tak di sangka-sangka, kesempatan tersebut tiba-tiba datang. Mungkin inilah jawaban dari Allah. Ketika kita punya niatan besar, meskipun belum ditaget dengan baik oleh kita, yang dilakukan hanya satu yaitu mengambil kesempatan tersebut. Dua minggu sebelum keberangkatan ke Singapura, Juli memutuskan untuk berangkat menjadi delegasi di acara tiga tahunan yang dilaksanakan ILO, yaitu XXI World Congress on Safety and Health at Work 2017 pada tanggal .

Setelah keputusan tersebut dibuat, di hari-hari tersisa Juli mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk keperluan kongres maupun hal teknis keberangkatan. Juli tidak sendiri, Winona Salsabila Sunukanto dari asrama putri R1 Jakarta dan Heri dari asrama putra R1 Jakarta juga turut serta menemani Juli menjadi delegasi dalam kegiatan ini. Mereka membantu Juli mempersiapkan apapun. Sesuai kesepakatan, Juli, Winona, dan Heri berangkat pada tanggal 2 September 2017.

Sebelum pembukaan acara XXI World Congress on Safety and Health at Work 2017, Juli dan Winona menyempatkan diri untuk berjalan kaki melihat penataan kota di Singapura. Hal pertama yang menarik perhatian Juli adalah hampir tidak ada sepeda motor di jalanan Singapura. Mobil yang lewat pun tidak banyak. Kebanyakan warga Singapura lebih memilih menggunakan transportasi publik seperti MRT, LRT, dan bis, atau bahkan jalan kaki, karena pedestrian bisa jadi sangat nyaman. Berbeda sekali dengan Jakarta, ibukota Indonesia. Kendaraan bermotor dan mobil masih sangat padat. Transportasi publik pun belum terintergasi dengan baik. Belum ada akses untuk pedestrian yang nyaman. Penerapan pajak kendaraan yang tinggi bagi kendaraan pribadi seharusnya bisa saja diterapkan seperti di Singapura untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Opening Ceremony XXI World Congress on Safety and Health at Work 2017 dilangsungkan di Marina Bay Sands. Sebagian besar peserta Kongres adalah para profesional yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan ternama di dunia, dan orang-orang dari Ministry of Man Power, atau Kementerian Ketenagakerjaan dari seluruh dunia. Bisa bertatap muka dan berkenalan dengan orang-orang hebat adalah pengalaman yang luar biasa bagi Juli, Winona, dan Heri.

Salah satu yang spesial dari Opening Ceremony XXI World Congress on Safety and Health at Work 2017 adalah speech dari Guy Ryder yaitu Director-General of ILO, dan Launch of XXI World Congress on Safety and Health at Work 2017 oleh Lee Hsien Loong sebagai Prime Minister of Singapore. Acara pembukaan diakhiri dengan Welcome Cocktail Reception.

Di hari kedua, agenda pertama ialah International Media Festival for Pervention Special Media Session. Pada sesi ini lebih dibahas tentang bagaimana peran media dalam menyebarkan isu-isu keselamatan kerja pada buruh dan pekerja dimanapun, serta mengajak para pekerja untuk lebih megutamakan tindakan preventif, terutama untuk pekerja yang memiliki tingkat risiko yang tinggi. Di sesi ini juga diberikan penghargaan bagi peserta yang telah mengirim foto, video dan lagu sebagai sarana mengkampanyekan dan menyebarluaskan pentingnya keselamatan bagi pekerja.

Agenda selanjutnya adalah materi dari keynote speaker Mr Michael Lopez Alegria salah satu astronot NASA sekaligus Former Commander of the International Space Station. Salah satu mimpi Juli untuk bertemu dengan astronot NASA akhirnya terwujud. Cara Mr Michael menjelaskan perjalanannya menjadi seorang astronot hingga persiapan keberangkatan ke luar angkasa menjadi sangat menarik. Mr Michael juga menjelaskan bahwa bagi seorang astronot, keselamatan adalah yang utama. Persiapan panjang dan tindakan preventif yang cukup panjang menjadi hal yang sangat penting.

Ada juga agenda Technical Session yang diisi oleh dr Hector dari IBM Watson dan simposium tentang golden rules in mining sector yang diisi oleh pembicara dari sektor tambang, tak terkecuali pembicara dari PT Freeport Indonesia. Pada hari ketiga acara ini, Juli, Winona, dan Heri lebih banyak berinteraksi dengan sesama mahasiswa dari berbagai negara. Kebanyakan dari mereka mengambil jurusan OSH atau K3.

Hari terakhir dari kongres ini membuka lebar mata Juli, Winona, dan Heri bahwa keselamatan kerja adalah hal yang penting. Berkarir di dunia K3 dan ketenagakerjaan juga menjadi sangat menarik. Mengajak orang sekitar untuk lebih aware tentang K3 sebaiknya dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Dimanapun kita berkarir dan bekerja, jangan sampai ketika kita tidak memperhatikan kaidah-kaidah keselamatan sekecil apapun justru bisa membawa bencana bagi kita. Banyak cerita tentang pekerja-pekerja di luar sana yang pada akhirnya mengalami kecelakaan dan berhenti untuk bekerja karena mereka kurang memperhatikan keselamata dan abai terhadap standar-standar yang telah ditetapkan. Jika sudah seperti itu, keluarga kita juga akan jadi korban. Oleh karena itu, safety first!

0 comments on “Catatan Perjalanan dalam World Congress On Safety And Health at Work 2017 di SingapuraAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *