IMG_2870

Dian Fhaatma Thaib: Belitung dan Altruisme

Apakah yang membuat kita mau repot-repot membantu orang lain? Apakah altruistik itu benar-benar ada?

Pertanyaan ini senantiasa memantik perdebatan tentang apa motif dari tindakan membantu yang dilakukan manusia itu sebenarnya. Beberapa ahli sepakat bahwa di dunia ini, setiap tindakan pastilah didasari oleh keinginan yang menguntungkan diri sendiri. Namun, beberapa ahli lain menentangnya dengan mengeluarkan sebuah term nyentrik bernama “Altruistik”. Altruistik disepakati sebagai tindakan suka rela membantu orang lain yang tanpa harap balas dan jasa. Ya, altruistik dijadikan antitesis paling mutakhir dari segala teori yang menolak adanya kebaikan instrinsik dari diri manusia .

Dian Fhaatma Thaib, seorang mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Indonesia yang juga menjadi salah seorang penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta angkatan 8, coba menjawab pertanyaan tersebut. Kegemarannya dalam melakukan kegiatan berbau pengabdian masyarakat membuatnya berkesempatan menjadi salah seorang relawan terpilih yang tergabung dalam Tim UI Peduli Banjir Belitung khususnya bidang pemberi bantuan psikologis awal paska bencana atau Psychological First Aid (PFA).

IMG_2647

Bersama 20 orang lainnya yang terdiri dari Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran UI, Tim logistik dan Tim PFA yang terdiri dari 2 orang, kegiatan itu pun dimulai sejak hari kedatangan tim di provinsi Bangka Belitung pada 26 Juli 2017 dan berakhir pada 28 Juli 2017.

Hari pertama difokuskan pada pengecekan barang-barang logistik yang kemudian diserahkan kepada pengelola bantuan banjir belitung di salah satu kawasan posko bencana daerah yang dikategorikan terdampak parah.

IMG_2759

Hari kedua merupakan hari aksi yang sesungguhnya. Sedari pagi tim TBM telah menyiapkan posko kesehatan yang akan memberikan layanan konsultasi doter dan pemberian obat secara gratis kepada warga korban banjir. Sementara tim PFA mengunjungi Taman Kanak-Kanak (TK) dan sebuah SD yang menjadi tempan pengungsian SD lainnya akibat banjir. Disana, Dian dan teman-teman melakukan kegiatan PFA dalam bentuk simulasi berbagai pemainan yang berfungsi untuk melihat sejauh mana bencana banjir tersebut mempengaruhi anak-anak tersebut. Kegiatan mengobrol dengan guru dan orang tua juga menjadi tugas yang dilakukan oleh Tim PFA yang dibantu oleh Tim logistik. Selepas melakukan PFA di dua tempat berbeda, Tim PFA dan Tim logistik bersama-sama mengunjungi rumah warga untuk melakukan pencegahan penyakit akibat genangan air dengan memberikan bubuk abate (bubuk pemusnah jentik nyamuk). Semua hal tersebut dilakukan secara non-stop pada hari kedua, dan Tim pun pulang pada hari ke-3.

Meskipun hanya berlangsung dalam jangka waktu yang singkat, menurut Dian, perjalanannya kali ini cukup memberikan kesan yang mendalam bagi dirinya. Ia menemukan pemaknaan tersendiri dari banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia, salah satunya yang terjadi di Belitung ini. “Meskipun menimbulkan kerugian, namun bencana disisi lain dapat memupuk rasa kebersamaan di Indonesia. Ini contohnya, meskipun berlokasi cukup jauh dan tak bisa memberi banyak, namun UI tetap turun sebagai bentuk kepeduliannya. Hal yang sama juga kerap terjadi di berbagai lokasi bencana lain di Indonesia. Bantuan yang datang selalu dalam banyak dan berasal dari banyak tempat” ujarnya. “Kita tidak meminta untuk didatangkan musibah, karena kehadirannya sudah menjadi ketentuan Allah dengan atau tanpa kita minta. Namun, saya rasa, sesekali kita juga perlu melihat musibah dari sudut pandang berbeda” imbuhnya.

IMG_2735

Saat ditanya apakah hal yang membuat Dian senang melakukan hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan dan kegiatan membantu orang lain, ia menjawab “saat mencoba membantu orang lain, menurut saya bukan kita yang sesungguhnya memabantu mereka, tapi merekalah yang membantu kita. Mereka membantu kita menemukan makna dari keberadaan diri, dan kebahagiaan itu sendiri”.

Jadi, ketimbang kita terus mencari motif seseorang dalam memberikan bantuan atau mempertanyakan apakah altruistik itu benar-benar ada atau tidak. Alangkah lebih baik jika kita mulai mengambil setiap kesempatan berbuat baik sesegera mungkin, karena sesuai penuturan Dian sebelumnya berbuat baik akan membuat kita mampu menemukan pemaknaan diri dan kebahagiaan itu sendiri.

Hidup berbuat baik, dengan kebaikan yang hidup!

0 comments on “Dian Fhaatma Thaib: Belitung dan AltruismeAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *