3 srikandi ke malaysia

3 Srikandi Mengikuti Program The Global SDG7 Conference United Nations

Beberapa waktu lalu 3 peserta Rumah Kepemimpinan Yogyakarta Putri (Lutfiningtyas Maharani, Noviana Nur Sari dan Kinanti Indah Safitri) diberikan kesempatan untuk mengikuti The Global SDG 7 Conference United Nation di Bangkok. Acara tersebut merupakan agenda konferensi yang menghadirkan beragam stakeholders dari seluruh dunia untuk membahas terkait program SDG 7 Affordable and Clean Energy.

Di hari pertama tanggal 21 Februari 2018 ada serangkaian acara FGD yang mana disetiap sesi terdapat 6 kelompok diskusi yang membahas kajian isu Affordable and Clean Energy. Kinanti, salah seorang peserta mengikuti kelompok diskusi yang membahas isu Financing and Accelerating Sustainable Energy Acces Through Fossil Fuel Subsidy Reform. Diskusi ini membahas tentang strategi subsidi bahan bakar fosil dapat memberikan keuntungan bagi keterjangkauan energi. Reformasi subsidi bahan bakar fosil merupakan program yang menjadi komitmen kajian antar negara G20, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), SDGs dan beberapa forum dunia lainnya. Jika reforma subsidi bahan bakar fosil ini dapat diimplementasikan dengan baik maka dapat menjadi “triple win” yang memberikan efek terhadap keberhasilan pembangunan berkelanjutan, meminimalisir perubahan iklim dan mengurangi defisit neraca perdagangan migas.

Hari kedua adalah hari dimana sesi Opening Session. Dalam sesi ini para peserta mengikuti Leadership Dialogues Accelerating Proggress Towards SDG7: Sharing Experiences From The Ground.  Beberapa pembicara datang dari perwakilan pemerintah dari berbagai negara, aktivis civil society organization dan korporasi. Beberapa isu yang dibahas adalah terkait kerjasama antar negara untuk mengatasi permasalahan negara di Afrika Tengah dalam mengimplementasikan program elektrifikasi. Salah satu diantarnya dalam pendistribusian sollar system dibeberapa daerah yang membutuhkan.

Dibutuhkan adanya kolaborasi antar aktor yang sinergis untuk menyelesaikan problem kelangkaan energi terutama terkait sumber listrik. Dalam konferensi hari ketiga merupakan sesi special event yang membahas empat isu utama yakni tentang tren dan kesenjangan terhadap pencapaian SDG7, keterkaitan antara SG7 dan SDG lainnya, sarana pelaksanaan termasuk pendanaan, pengembangkan kapasitas dan inovasi, peluang pembuat kebijakan dan semua stakeholders terkait dalam mendukung agenda 2030. Hal ini juga memberikan keselarasan pembangunan antar aktor dalam mendukung energi berkelanjutan di tahun 2030.

Dalam beberapa pemaparan disampaikan adanya sebuah perubahan kemajuan dari kebijakan energi global terkait dengan peningkatan akses energi listrik yang semula 73% penduduk yang terhubung listrik hingga hari ini mencapai 85%. Dengan demikian dibutuhkan suatu upaya untuk mendukung pembangunan energi berkelanjutan yang ramah lingkungan terutama untuk menyediakan akses disejumlah daerah yang belum terjangkau sumber energi listrik.

 

0 comments on “3 Srikandi Mengikuti Program The Global SDG7 Conference United NationsAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *